Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) menyelenggarakan rapat penyelarasan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai tindak lanjut implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FEB dalam memastikan bahwa kurikulum setiap program studi telah memenuhi standar nasional pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes), kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Rapat yang berlangsung di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut menghadirkan Kepala Biro Akademik Universitas Muslim Buton, Ibu Ari Irjayanti, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FEB, seluruh Ketua Program Studi, serta dosen dari Program Studi Manajemen, Manajemen Ritel, Kewirausahaan, dan Perdagangan Internasional. Seluruh peserta mengikuti pembahasan secara aktif guna memastikan proses penyelarasan kurikulum dapat dilaksanakan secara komprehensif sesuai dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam pemaparannya, Ibu Ari Irjayanti menegaskan bahwa implementasi kurikulum berbasis OBE tidak hanya berfokus pada penyusunan mata kuliah, tetapi harus dimulai dari penyelarasan Profil Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi, hingga Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Ketiga komponen tersebut harus memiliki keterkaitan yang jelas, terukur, dan saling mendukung dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, serta mampu menjawab tantangan global. Selain itu, penyusunan CPL juga perlu diintegrasikan dengan indikator-indikator Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa setiap program studi diwajibkan menambahkan visi keilmuan program studi sebagai bagian dari penguatan identitas akademik dan arah pengembangan disiplin ilmu. Visi keilmuan tersebut harus menjadi dasar dalam penyusunan profil lulusan, CPL, struktur kurikulum, hingga pengembangan mata kuliah. Di samping itu, seluruh mata kuliah juga harus diselaraskan dengan standar yang ditetapkan oleh asosiasi nasional sesuai bidang keilmuan masing-masing program studi, baik Program Studi Manajemen Ritel, Kewirausahaan, maupun Perdagangan Internasional. Penyelarasan dengan asosiasi profesi menjadi langkah strategis agar kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta tuntutan kompetensi lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menegaskan bahwa seluruh program studi di lingkungan FEB harus segera menyesuaikan dokumen akademiknya dengan ketentuan yang diatur dalam Permendiktisaintek Nomor 53 Tahun 2025. Apabila masih terdapat ketidaksesuaian pada dokumen kurikulum, maka perlu segera dilakukan revisi terhadap profil lulusan, CPL Program Studi, CPL Mata Kuliah, hingga perangkat pembelajaran lainnya. Dekan juga mengingatkan bahwa implementasi kurikulum OBE tidak berhenti pada penyusunan dokumen kurikulum, tetapi harus diikuti dengan penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) setiap mata kuliah agar selaras dengan CPL, CPMK, metode pembelajaran, strategi asesmen, serta indikator pencapaian yang berorientasi pada hasil belajar mahasiswa.
Melalui forum akademik ini, para Ketua Program Studi melaporkan bahwa proses penyelarasan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) telah berhasil diselesaikan sesuai dengan hasil pembahasan bersama. Selanjutnya, masing-masing program studi akan melanjutkan tahapan penyempurnaan struktur kurikulum, pemetaan mata kuliah terhadap CPL, penyusunan CPMK, serta revisi RPS agar seluruh perangkat pembelajaran memiliki keterpaduan dan konsistensi sesuai prinsip Outcome-Based Education.
Rapat penyelarasan kurikulum ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Buton dalam memperkuat tata kelola akademik dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Dengan implementasi kurikulum berbasis OBE yang selaras dengan kebijakan nasional, standar asosiasi keilmuan, serta mendukung pencapaian SDGs, FEB UMU Buton optimis dapat menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, berdaya saing global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan masyarakat.
