KSM - MBKM

(Kandidat Sarjana Mengabdi - Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Definisi KSM - MBKM

Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) adalah program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Muslim Buton (UMU Buton). Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dalam konteks nyata di masyarakat, khususnya di desa-desa.

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) adalah sebuah kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia yang bertujuan memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa dalam belajar di luar program studi (prodi) utama, baik di dalam maupun di luar kampus. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan tantangan global.

Tujuan KSM (Kandidat Sarjana Mengabdi)

Program KSM bertujuan untuk:

  1. Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan – Mahasiswa menerapkan ilmu dari bidang studinya untuk memecahkan masalah di masyarakat.

  2. Membangun Keterampilan Sosial – Melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan di lingkungan masyarakat.

  3. Pengabdian kepada Masyarakat – Membantu masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan, atau penyelesaian masalah tertentu.

  4. Meningkatkan Kepedulian Sosial – Memahami realitas kehidupan masyarakat secara langsung.

Program MBKM bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan Keterampilan Lintas Disiplin – Mahasiswa dapat mengambil pembelajaran di luar prodinya.

  2. Mengasah Kemampuan Praktis – Melalui magang, proyek sosial, riset, atau wirausaha.

  3. Memperluas Jaringan & Pengalaman – Kolaborasi dengan industri, komunitas, atau kampus lain.

  4. Menyelaraskan Pendidikan dengan Kebutuhan Dunia Kerja – Kurikulum lebih relevan dengan pasar kerja.

Program KSM

  • Bimbingan Belajar Anak – Mengajar anak-anak SD/SMP yang kesulitan belajar.
  • Pelatihan Literasi Digital – Memperkenalkan komputer dan internet kepada warga.
  • Pendirian Perpustakaan Desa – Mengumpulkan buku dan mengajak masyarakat gemar membaca.
  • Kegiatan bakti sosial dan gotong royong – untuk memperkuat solidaritas masyarakat.

Program MBKM:

  1. Pertukaran Mahasiswa
    Mahasiswa bisa kuliah di kampus lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri, untuk memperluas wawasan akademik dan sosial-budaya.

  2. Magang / Praktik Kerja
    Mahasiswa belajar langsung di dunia kerja untuk meningkatkan hard skills dan soft skills.

  3. Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan
    Mahasiswa terlibat langsung membantu pembelajaran di sekolah, biasanya di daerah terpencil atau kurang guru.

  4. Penelitian / Riset
    Terlibat dalam proyek penelitian dosen atau lembaga, berguna untuk mahasiswa yang ingin lanjut ke jenjang akademik.

  5. Proyek Kemanusiaan
    Mahasiswa diterjunkan ke daerah terdampak bencana atau memiliki tantangan sosial tertentu untuk membantu masyarakat.

  6. Kegiatan Wirausaha
    Mahasiswa menjalankan dan mengembangkan usaha riil sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan.

  7. Studi/Proyek Independen
    Mahasiswa merancang sendiri pembelajarannya (misal proyek digital, karya seni, teknologi), didampingi mentor dari kampus dan luar kampus.

  8. Membangun Desa / KKN Tematik
    Mahasiswa tinggal di desa untuk mendampingi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan potensi lokal.

Manfaat KSM

Memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu akademik untuk memecahkan masalah riil di masyarakat, sekaligus membangun keterampilan sosial, kepedulian, dan jiwa pengabdian, sementara masyarakat mendapat manfaat dari program pembangunan, edukasi, dan pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa.

Manfaat MBKM

  • MBKM memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang nyata, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan praktis dan siap menghadapi dunia kerja setelah lulus.

  • Melalui MBKM, mahasiswa dapat membangun jaringan profesional dengan berbagai pihak seperti industri, pemerintah, dan komunitas, yang bermanfaat untuk karier mereka di masa depan.

  • Mahasiswa diberi kebebasan memilih jalur pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan personal.

  • MBKM menumbuhkan jiwa kepemimpinan, empati sosial, dan kemampuan kerja tim melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan masyarakat seperti KKN tematik atau proyek kemanusiaan.

  • Kebijakan ini mendorong mahasiswa menjadi inovator dan problem solver, karena mereka dilibatkan dalam proyek-proyek riset, wirausaha, atau pembangunan desa.

  • Mahasiswa dapat memperoleh pengakuan akademik (sks) dari kegiatan-kegiatan di luar kampus, tanpa kehilangan masa studi atau waktu kelulusan, dan diakui 20 SKS.

  1. Pelaksanaan KSM-MBKM disemester 6.
  2. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester berjalan dibuktikan dengan KHS.
  3. Tidak ada tunggakan SPP.
  4. Melakukan pembayaran KSM-MBKM.
  5. Melakukan Pendaftaran dan mengisi formulir pendaftaran.
  6. Pembekalan.
  7. Pelepasan.
  8. Penarikan.
  9. Membuat Laporan

Untuk Biaya sebesar Rp. 2.050.000 (Dua Juta Lima Puluh Ribu Rupiah)

INFO SELENGKAPNYA MBKM

Scroll to Top